PENGERTIAN PENDIDIKAN JASMANI
Dapat dibedakan dari dua sudut pandang
Pandangan
Tradisional : Menganggap manusia terdiri dari dua komponen utama yang
dapat dipilah – pilah, yaitu jasmani dan rohani ( dikotomi ). Oleh
karena itu pandidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan untuk
keselarasan antara tumbuhnya badan dan perkembangan jiwa.
Pandangan
Modern : Menganggap manusia sebagai satu kesatuan yang utuh ( holistik
). Oleh karena itu pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui
aktivitas jasmani dan sekaligus merupakan proses pendidikan untuk
meningkatkan kemampuan jasmani.
PENGERTIAN PENDIDIKAN JASMANI
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan
secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan
mengembangkan individu secara organik, neuromuskuler, intelektual, dan
emosional.( AbdulKadir Ateng, 1993:3)

TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI
Tujuan yang ingin dicapai pendidikan jasmani mencakup perkembangan
individu secara menyeluruh. Artinya cakupan pendidikan jasmani tidak
hanya pada aspek jasmani saja, akan tetapi juga aspek mental, emosional,
sosial, dan spiritual.
TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI
Tujuan
pendidikan jasmani : Memberi kesempatan kepada anak didik untuki belajar
bagaimana bergerak secara terampil dan cekatan, memberi kesempatan
kepada anak didik untuk memahami berbagai pengaruh dan akibat
keterlibatan mereka dalam kegiatan jasmani yang menggembirakan, membantu
anak didik untuk memadukan keterampilan baru yang dibutuhkan dengan
pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya, dan meningkatkan kemampuan
anak didik untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan mereka secara
rasional.
( Soenardi, 1988:59 )
TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI DAPAT DIKLASIFIKASI KE DALAM EMPAT KATEGORI :
Perkembangan Fisik : Kemampuan melakukan aktivitas yang melibatkan kekuatan fisik dari berbagai organ tubuh.
Perkembangan Gerak : Kemampuan melakuakan gerak secara efektif, efesien, halus, indah, dan sempurna.
Perkembangan
Mental : Kemampuan berfikir dan menginterpretasikan keseluruhan
pengetahuan tentang pendidikan jasmani ke dalam lingkungannya sehingga
memungkinkan tumbuh dan berkembangnya pengetahuan, sikap, dan tanggung
jawab siswa.
Perkembangan Sosial : Kemampuan siswa dalam menyesuaikan dari pada suatu kelompok atau masyarakat.
OLAHRAGA
Majelis Internasional Olahraga & Pendidikan Jasmani (
International Council of Sport and Physical Education, ICSPE ) “
Olahraga adalah setiap aktivitas fisik berupa permainan dan dilakukan
dalam bentuk pertandingan, baik melawan unsur – unsur alam, orang lain
maupun diri sendiri. Dilakukan dengan semangat “ Fair Play ” sikap
memandang lawan sebagai kawan bermain. Fair Play / Sportivitas berfungsi
memurnikan olahraga dan menjadikan olahraga alat yang ampuh bagi
pendidikan.

ASUMSI DASAR PENDIDIKAN JASMANI
Program pendidikan jasmani dan program olahraga mempunyai tujuan yang berbeda.
Anak – anak bukanlah ‘ Miniatur ’ orang dewasa.
Anak – anak yang kita ajar sekarang tidak akan menjadi dewasa pada kehidupan sekarang.
KARAKTERISTIK PROGRAM PENDIDIKAN JASMANI
Developmentally Appropriate Practices ( DAP ) Maksudnya adalah tugas
ajar yang memperhatikan perubahan kemampuan anak dan tugas ajar yang
dapat membantu mendorong perubahan tersebut.
Instructional
Appropriate Practis ( IAP ) Maksudnya adalah tugas ajar yang diberikan
diketahui merupakan cara – cara pembelajaran yang baik.
MODIFIKASI SARANA PENDIDIKAN JASMANI
Pendidikan Jasmani adalah pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas fisik sebagai media utama untuk mencapai tujuan
Guru Pendidikan Jasmani harus dapat merancang dan melaksanakan
pembelajaran pendidikan jasmani sesuai dengan tahap – tahap pekembangan
dan karakteristik siswa.
HUKUM – HUKUM BELAJAR
Hukum
Kesiagaan : Individu akan belajar dengan cepat dan efektif apabila ia
telah “ siaga ” atau “ siap ” Artinya jika ada kebutuhan untuk itu.
Hukum Latihan : Latihan akan memperbaiki koordinasi , irama gerak,
pemakaian energi lebih efesien, lebih terampil dan membuat kinerja yang
lebih baik.
HUKUM – HUKUM BELAJAR
Hukum Pengaruh :
menunjukkan bahwa pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan lebih
mendorong seseorang untuk mengulang lagi dari pada yang tidak
menyenangkan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMUDAHKAN BELAJAR
Tujuan kegiatan : Belajar selalu lebih mudah jika tujuannya jelas.
Lama latihan dan distribusinya : Latihan yang singkat dan disebar dalam
jangka waktu tertentu lebih menguntungkan. Jika pelajaran menarik
minat, latihan dapat diperpanjang.
Kurva belajar : Kurva belajar
tergantung pada meteri pelajaran, situasi belajar. Belajar pada awalnya
dapat berlangsung cepat, kemudian menjadi lambat dan akhirnya malah tak
ada kemajuan sama sekali.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMUDAHKAN BELAJAR
Belajar sambil berbuat : Ketepatan unjuklaku hanya terjadi setelah terus berlatih.
Kepemimpinan : Kepemimpinan dan keteladanan sangat menentukan keberhasilan belajar.
Kemajuan belajar : Siswa harusmengetahui kemajuan yang dicapainya.
Pengetahuan bahwa seseorang mendapat kemajuan, akan memberikan dorongan
untuk terus belajar.
Bimbingan dan kemandirian : Pada permulaan,
bimbingan dan petunjuk sering diperlukan, apabila keterampilan dasar
sudah dikuasai, hendaknya anak lebih dibiarkan mengambangkan dirinya.
Terlalu banyak petunjuk akan menimbulkan ketidakpedulian anak.
NILAI DASAR FILSAFAH PENDIDIKAN JASMANI
Sumbangan unik dari pendidikan jasmani, yaitu :
Meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan siswa.
Meningkatkan terkuasainya keterampilan fisik yang kaya, serta
Meningkatkan pengertian siswa dalam prinsip – prinsip gerak serta bagaimana menerapkannya dalam praktek.
KEBUGARAN DAN KESEHATAN
Kebugaran dan kesehatan akan dicapai melalui program pendidikan jasmani
yang terencana, teratur dan berkesinambungan. Dengan beban kerja yang
cukup berat serta dilakukan dalam jangka waktu yang cukup secara
teratur, kegiatan tersebut akan berpengaruh terhadap perubahan kemampuan
fungsi organ – organ tubuh seperti jantung dan paru – paru.
KETERAMPILAN FISIK DAN MOTORIK
Keterlibatan anaka dalam asuhan permaianan, senam, kegiatan bersama,
dll. Merangsang perkembangan gerakan yang efesien yang berguna untuk
menguasai berbagai keterampilan. Keterampilan tersebut bisa berbentuk
keterampilan dasar misalnya berlari dan melempar serta keteampilan
khusus seperti senam atau renang. Pada akhirnya keterampilan itu bisa
mengarah kepada keterampilan yang digunakan dalam kehidupan sehari –
hari.
TERKUASAINYA PRINSIP - PRINSIP GERAK
Pendidikan
jasmani yang baik harus mampu meningkatkan pengetahuan anak tentang
prinsip – prinsip gerak. Pengetahuan tersebuat akan membuat anak mampu
memahami bagaimana suatu keterampilan dipelajari hingga tingkatannya
yang lebih tinggi. Dengan demikian, seluruh gerakannya bisa lebih
bermakna. Sebagai contoh, anak harus mengerti mengapa kaki harus dibuka
dan bahu direndahkan ketika anaka sedang berusa menjaga keseimbangannya.
KEMAMPUAN BERFIKIR
Memang sulit diamati secara langsungt bahwa kegiatan yang diikuti oleh
anak dalam pendidikan jasmani dapat meningkatkan kemampuan berfikir
anak. Namun demikian dapat ditegaskan di sini bahwa pendidikan jasmani
yang efektif mampu merangsang kemampuan berfikir dan daya analisis anak
ketika terlibat dalam kegiatan – kegiatan fisiknya. Pola – pola
permainan yang memerlukan tugas – tugas tertentu akan menekankan
pentingnya kemampuan nalar anak dalam hal membuat keputusan.
KEPEKAAN RASA
Dalam hal olah rasa, pendidikan jasmani menempati posisi yang sungguh
unik. Kegiatannya yang selalu melibatkan anak dalam kelompok kecil
maupun besar merupakan wahana yang tepat untuk merasakan reaksi – reaksi
emosi ketika berinteraksi dengan sesama teman.
Sumber : http://sparta-sport.blogspot.com/2009/11/azaz-filsafat-penjas-dan-olahraga.html